Sabtu, 02 April 2011

Penderitaan selama hidup

Setiap orang pasti sering merasakan roda kehidupan. Kadang ada yang di atas dan kadang ada pula yang sedang di bawah. Itu semua harus kita lalui dan kita jalanin apapun resikonya. Setiap orang itu pasti punya masalah dalam menghadapi kehidupannya masing-masing. Mulai dari masa yang kecil hingga masalah yang besar. Mulai dari yang gampang untuk diatasi hingga yang rumit diatasi. Semua masalah dapat di hadapi dan dapat di selesaikan jika setiap orang dapat bersabar dan menyelesaikannya dengan baik-baik, tidak dengan emosi dan dengan perpikir sehat. Terkadang banyak orang yang menyelesaikan masalah tidak dengan berpikir sehat. Jika seperti itu akibatnya malah fatal. Masalah malah bertambah besar dan susah untuk diselesaikan. Jika sudah terjadi seperti itu dan orang tersebut tidak kuat lagi untuk memikirkan jalan keluarnya, maka yang akan terjadi pada orang tersebut adalah mengalami gangguan jiwa atau kebanyakan orang berpikir cara yang paling singkat untuk menyelesaikan masalah dalah dengan menghabiskan nyawanya sendiri. Padalah cara seperti itu adalah cara yang amat sangat salah. Dengan bunuh diri kita tidak dapat menyelesaikan masalah.
Aku punya kisah dalam hidupku ini. Bisa dibilang ini penderitaan dalam kehidupanku selama ini. Bisa dibilang, aku adalah anak emas papaku. Hal ini kadang bikin mama dan adik perempuanku kesal padaku, soalnya hampir semua yang aku minta pasti dikabulkan, asalkan nilaiku bagus. Jam tangan yang aku minta, pasti sudah melingkar ditangan saat aku bangun tidur di pagi hari. Begitu juga ketika aku minta sepatu baru. Besoknya sepatu itu sudah ada di samping tempat tidurku ketika aku bangun tidur. Saking deketnya sama papa, kadang aku pergi berdua ke mal untuk jalan-jalan atau sekedar nonton film. Tapi tahun 2009, hidupku berubah seketika. Papa tiba-tiba terjatuh saat lagi berkumpul bareng dengan teman-temannya. Serangan jantung membuat papa koma selama 2 jam sebelum akhirnya papa benar-benar pergi meninggalkan aku dan yang lain untuk selama-lamanya. Aku ingat betul disaat mau memulai hariku sebagai siswi kelas 3 SMA. Aku histeris menyadari kehilangan seorang ayah yang baik dan humoris. Duniaku serasa berhenti berputar.
Aku juga bisa merasakan kesedihan mama saat papa berpulang. Aku kasihan melihat mama yang terus bersedu=ih karena harus kehilangan papa. Setiap hari aku selalu memberikan mama semangat untuk menjalani kehidupan seperti biasa. Awalnya mama masih saja tetap murung tapi lama kelamaan mama sudah bisa kembali ke kehidupannya semula. Mama bekerja seorang diri untuk membiayai kehidupan aku dan adikku. Sampai aku bisa lanjut ke perguruan tinggi . aku salut dengan usaha mama dan kerja keras mama untuk membiayai kehidupan kami yang tentunya tidak sedikit. Satu yang aku yakini, selalu ada alasan di balik semua yang terjadi dalam hidupku. Itulah yang menguatkanku sambil terus berusaha membuat mereka yang ada di dekatku bangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar